Teddy Bear

Kehadiran boneka teddy bear  tidak bisa dilepaskan dari sosok Presiden Amerika Serikat yang  ke-26 yaitu presiden Theodore Roosevelt.    Sekitar tahun 1902, Presiden Rosevelt bersama ajudan dan pemburu lainnya melakukan perburuan binatang di sekitar wilayah Mississippi.   Presiden Rosevelet  bisa berada  di wilayah itu karena mendapat ajakan berburu dari Gubernur Mussissippi. Perburuan yang dilakukan sang presiden dan gubernur pun berjalan lancar.  Disana seluruh pemburu telah menembak binatang yang menjadi sasaran.  Tetapi satu-satunya orang yang belum menangkap binatang  buruan adalah Presiden Theodore Rosevelt itu sendiri.

 

Akhirnya sang presiden berkata kepada ajudannya “bahwa saya harus sudah melihat seekor beruang besar hidup pada hari ini.” Tetapi tidak ada beruang besar pada hari itu.  Namun besok paginya, anjing-anjing pemburu dari sang ajudan mencium bau seekor beruang besar.  Sang presiden pun memulai melakukan perburuan yang berlangsung selama berjam-jam di tanah rawa yang berlumpur dan bertebaran semak-semak.

Setelah makan siang, anjing-anjing pemburu sang ajudan berhasil melacak seekor beruang besar hitam yang sudah tua dan gemuk.Bila ditimbang eratnya kurang lebih sekitar 235 pon.   Anjing-anjing itu akhirnya berhasil menyudutkan binatang malang itu ke sebuah lubang yang tergenang air.   Si beruang besar akhirnya mencoba melawan dan berhasil membunuh satu ekor anjing pemburu.

Tidak lama kemudian sang ajudan akhirnya memberi tanda kepada Presiden Roosevelt untuk segera mengejar beruang besar itu. Sang ajudan tiba lebih dulu.   Dia melihat anjing-anjingnya terancam oleh beruang besar besar itu.   Namun, dia ingin memberikan kesempatan membunuh beruang besar itu untuk sang presiden Rosevelt.  Maka, Sang ajudan memukul kepala beruang besar itu dengan gagang senapannya hingga tidak berdaya.  Lalu, dia mengikat binatang buas itu pada sebatang pohon willow dan menunggu sang presiden datang. Ketika sang presiden tiba, dia melihat pemandangan mengerikan seekor beruang besar yang terluka parah terikat pada pohon.

Para pemburu yang lain berteriak, “Biar presiden saja yang membunuh beruang besar besar itu”

Tetapi Roosevelt menolak membunuh beruang besar itu karena menganggap tindakan semacam itu tidak  manusiawi dan tidak sportif.   Akhirnya, sang ajudan mengajak pemburu lain untuk membunuh binatang buruan itu dengan sebuah pisau.  Setelah berhasil dibunuh, beruang besar itu pun diangkut ke kota dengan kuda.

Berita tentang tindakan sang presiden yang tidak bersedia membunuh beruang besar itu segera menyebar ke seluruh pelosok negeri Amerika.  Tepatnya Pada tanggal 17 November 1902,  kartunis Clifford K. Berryman membuat sketsa yang selanjutnya diterbitkan di halaman koran Washington Post. Di dalam sketsa ini, Roosevelt tampak mengenakan seragam pemburu lengkap, berdiri membelakangi seekor bayi beruang besar yang lehernya diikat dengan tali, terluka dan lemah.

 

Tentu saja, sketsa itu ingin memperlihatkan bagaimana sang presiden Roosevelt menolak membunuh beruang kecil itu.  Kartun itu sendiri diberi judul “Drawing the Line in Mississippi”. Karena konteks politik saat itu, sketsa ini diyakini mempunyai makna ganda, yaitu merujuk pada kode etik pemburu yang diyakini Roosevelt dan kritiknya kepada sentimen untuk menyerang orang negro di negara-negara bagian Selatan. Yang pada saat itu diskriminasi ras masih sangat kental di Amerika.

Kartun yang menjadi headline di surat kabar tersebut kemudian menarik perhatian banyak orang. Salah satunya adalah Morris Mitchom, seorang pemilik toko permen dan alat-alat tulis    Istrinya bernama Rose kadang – kadang membuat boneka beruangkecil yang diletakkan di jendela toko mereka .  Morris yang melihat kartun beruang yang menjadi headline di surat kabar tersebut mendapatkan ide .  Dia meminta istrinya membuat beberapa beruang khusus seperti yang ada di dalam gambar kartun tersebut.

Lalu Morris menulis surat yang ditujukan ke Gedung Putih, menanyakan apakah beruang baru itu boleh diberi nama seperti nama Presiden.  Presiden membalas surat itu, “Saya pikir nama saya tidak begitu berharga dalam bisnis beruang, tapi Anda boleh saja menggunakannya.”

Maka Morris meletakkan beruang-beruang baru itu di jendela tokonya, disebelah gambar kartun.  Boneka beruang itu dinamai dengan nama panggilan Presiden Roosevelt, Teddy.   Dan sampai sekarang boneka beruang tersebut terkenal dengan nama “Teddy Bear”

 

 

 

Kata bijak :

Pengalaman bukan apa yang terjadi pada Anda, melainkan apa yang Anda lakukan atas apa yang terjadi pada Anda (Aldous Huxley)


Posted in Inspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*